Jumat, 28 Juni 2024

Pajak Anda Membantu Meraih Prestasi Anak Indonesia

 



Pajak Anda Membantu Meraih Prestasi Anak Indonesia

Jum’at, 28 Juni 2024

Mutiara Nada Elhijri ‘Azumah

 

Salah satu problem yang banyak dialami oleh pelajar di zaman ini adalah masalah biaya pendidikan yang tinggi. Berdasarkan survei pribadi saya ketika saya bertanya dengan teman satu angkatan, tentang alasan mereka lebih memilih putus sekolah, dari situlah saya mendengar jawaban yang memprihatinkan. Sebagian dari teman saya mengatakan karena mereka kekurangan biaya secara finansial pada perekonomian keluarga mereka. Kita mengetahui bersama, bahwa Negara Indonesia adalah negara kepulauan dengan kisaran luas 1.922.570 km2 (Detik.com,2023). Dengan luas wilayah tersebut, tidak menutup fakta jika banyak sekali daerah di negara Indonesia yang tidak mampu mendapat akses pendidikan yang baik, dan masalah ini masih menjadi PR besar pemerintah yang belum mampu terpecahkan secara tuntas hingga saat ini. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan, pada Juni 2023 angka putus SD mencapai 0,13 persen, SMP 1,06 persen, dan SMA 1,38 persen (Kompas.com, 2023). Angka nominalnya sangat besar karena pada periode yang sama jumlah total murid SD mencapai 24.035.934 orang, dan SMA 5.317.975 orang (Rizaty, 2023). Data ini belum terhitung sekolah kejuruan dan lembaga pendidikan sebelum SD.

 

Imam Dharmawan (2024) menjelaskan bahwa, pajak memainkan peran penting dalam pembiayaan sektor pendidikan di Indonesia. Beliau menerangkan pula melalui pendapatan pajak, pemerintah mengelola pajak tersebut untuk membayar gaji para guru, meningkatkan akses pendidikan, membangun dan mengelola infrastruktur pendidikan dan pemberian beasiswa pada siswa berprestasi di seluruh Indonesia.  Sebesar 20% dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di alokasikan pada penyelenggaraan pendidikan nasional mengindikasikan begitu pentingnya peran pajak dalam menopang kemajuan di sektor pendidikan Negara (Tussifah, 2023). Demikian dikatakan Presiden RI Joko Widodo, saat memberi keterangan pemerintah atas rancangan Undang-Undang  Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun anggaran 2024 beserta Nota Keuangan dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia di Gedung Nusantara. Maka dari itu kita harus sadar betapa penting nya membayar pajak pada era globalisasi ini untuk memudahkan akses belajar pada anak cucu kita sendiri dikemudian hari, guna memajukan kualitas sumberdaya manusia pada tanah air. Hal ini penting adanya demi mewujudkan manusia yang unggul, inovatif, berintegritas, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045, (Yanuar, 2023).

 

Dalam upaya mewujudkan sumber daya manusia unggul tersebut, dalam pidato kenegaraan HUT RI ke-78, Presiden memaparkan, sepanjang tahun 2015 sampai 2023 pemerintah telah menyiapkan anggaran perlindungan sosial dengan total anggaran sebesar Rp 3.212 triliun. Anggaran sebesar itu termasuk Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Pintar Kuliah, Program Keluarga Harapan, Kartu Sembako, serta perlindungan kepada lansia, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan lainnya. Sedangkan dengan adanya dana BOS setiap tahun maka sekolah dapat memanfaatkan dana tersebut guna  menjadikan sekolah dan sumber daya manusia di Indonesia lebih menjadi maju. Salah satu contoh pemanfaatan dana BOS adalah dengan menggunakan anggaran tersebut untuk mendanai siswa tatkala mengikuti lomba agar menjadi siswa berprestasi yang dapat menjadi cikal bakal generasi emas bangsa (Dharmawan,2024). Program bantuan sosial dan BOS benar-benar bisa kami rasakan manfaatnya,terutama bagi sekolah di daerah terpencil seperti saya, tepatnya di lereng pegunungan Kabupaten Magelang. Dengan kondisi wilayah tersebut banyak penduduk yang menjadikan bertani dan berkebun sebagai mata pencaharian utama sehingga pendapatan bulanan akan sangat minim jika dialokasikan ke dana pendidikan yang cenderung tinggi di era ini. Maka dari itu program pemerintah berupa KIP, sekolah gratis, dan dana BOS untuk keberlangsungan pendidikan akan sangat membantu. Walaupun dengan kondisi yang penuh keterbatasan, saya dan teman-teman tidak terhalang untuk terus berprestasi. Bersama teman-teman, serta dibimbing oleh guru-guru dengan penuh kesabaran, terus mencoba dan mencoba. Sehingga saya dan teman-teman dapat terus berprestasi dengan salah satu caranya yaitu lolos lomba dari tingkat Kecamatan, lalu  Kabupaten, Provinsi, dan bahkan hingga tingkat Nasional. Guru-guru di sekolah saya hampir secara keseluruhan merupakan guru honorer, tapi itu tak menyurutkan semangat mereka untuk membimbing kami sebagai siswanya hingga berprestasi dalam mengikuti lomba secara offline maupun online. Dengan tertib membayar pajak anda telah berkontribusi membuat impian sekian banyak anak bangsa bisa terwujud.

Share:

6 komentar:

Total Tayangan Halaman

Cari Blog Ini

Translate